Permukaan bumi terus berubah akibat aktivitas alam dan manusia seperti penambangan, pembangunan, reklamasi, longsor, dan erosi. Perubahan ini meninggalkan jejak berupa material yang tergali, berpindah, atau tertimbun, sehingga perhitungan volume perubahan permukaan penting untuk menilai dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan menghasilkan model elevasi dan ortofoto berketelitian tinggi melalui integrasi metode GNSS statik dan fotogrametri udara berbasis Structure from Motion (SfM), serta mengevaluasi penggunaan DEMNAS sebagai acuan permukaan dasar dalam estimasi volume perubahan lahan. Empat titik kontrol tanah ditentukan dengan metode GNSS statik selama 1 jam (interval 1 Hz) dengan ketelitian rata-rata 8 mm (Northing), 10 mm (Easting), dan 3,7 mm (Elevasi). Titik-titik tersebut menjadi acuan pengukuran Ground Control Point (GCP) dan Independent Check Point (ICP). Foto udara diolah menggunakan Agisoft Metashape dengan algoritma Cloth Simulation Filtering (CSF) untuk pemisahan permukaan tanah. Hasilnya berupa ortofoto beresolusi 2,05 cm/pixel dengan ketelitian horizontal CE90 sebesar 0,027 m dan DTM beresolusi 3,39 cm/pixel dengan ketelitian vertikal LE90 sebesar 0,030 m. Estimasi volume pada area 3.670 m² memiliki ketelitian ±110,1 m³, sedangkan perbandingan DTM UAV terhadap DEMNAS menunjukkan selisih 13.355,72 m³ (ketelitian relatif 0,82%).
Copyrights © 2025