Abstrak: Perkembangan teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) telah menghadirkan alternatif survei pemetaan yang lebih efisien dibandingkan metode terestrial konvensional. Namun demikian, akurasi hasil pemetaan sangat bergantung pada metode georeferencing, khususnya penggunaan Ground Control Point (GCP) dan pendekatan Post Processing Kinematic (PPK). Penelitian ini bertujuan membandingkan tingkat akurasi UAV tipe Multirotor (DJI Phantom 4 RTK) dan Fixed Wing (VTOL) berbasis PPK, baik dengan maupun tanpa kombinasi GCP, untuk menentukan efektivitasnya dalam pemetaan berskala besar. Lokasi penelitian berada di Kecamatan Badau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat dengan luas ±24 hektar. Data dikumpulkan melalui akuisisi udara dan pengukuran GCP/ICP, kemudian diolah menggunakan perangkat lunak Emlid Studio dan Agisoft Metashape. Hasil uji akurasi menunjukkan model DJI Phantom 4 RTK dengan 3 GCP menghasilkan ketelitian vertikal terbaik (LE90 = 0,104 m), sedangkan model tanpa GCP memiliki ketelitian horizontal tertinggi (CE90 = 0,059 m). Sementara itu, UAV VTOL memberikan akurasi vertikal lebih baik dibanding DJI Phantom 4 RTK tanpa GCP. Analisis visual memperlihatkan perbedaan tajam tekstur dan ketajaman objek akibat variasi tinggi terbang dan spesifikasi kamera. Kesimpulannya, kombinasi metode PPK dengan tambahan minimal GCP mampu meningkatkan akurasi vertikal secara signifikan, sedangkan UAV Multirotor lebih unggul pada akurasi horizontal.
Copyrights © 2025