Kawasan Transmigrasi Seulimeum di Kabupaten Aceh Besar menghadapi tantangan dalam mewujudkan perekonomian yang mandiri dan berkelanjutan, salah satunya disebabkan oleh belum teridentifikasinya komoditas unggulan yang dapat menjadi penggerak utama. Studi pendahuluan ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara sistematis potensi komoditas unggulan di kawasan tersebut berdasarkan analisis data sekunder dari instansi terkait. Hasil analisis pada empat subsektor—pertanian, perkebunan, peternakan, serta perikanan dan kelautan—menunjukkan bahwa komoditas dengan potensi terbesar untuk dikembangkan sebagai unggulan adalah padi sawah, cabai rawit, pepaya, dan jahe pada subsektor pertanian; kemiri pada subsektor perkebunan; sapi potong (sapi Aceh dan Bali) serta kambing PE pada subsektor peternakan. Sementara itu, subsektor perikanan tangkap memiliki potensi dengan dukungan 122 nelayan, meskipun masih dibatasi oleh sarana dan prasarana yang sederhana. Identifikasi ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perumusan kebijakan pengembangan kawasan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025