Perusahaan infrastruktur dalam memenuhi biaya oprasional pembangunan proyek akan mencari utang untuk menutupi biaya oprasional, selain itu di pengaruhi juga oleh kenaikan suku bunga BI, meningkatnya suku bunga dapat pula meningkatkan beban berat perusahaan saat menemukan penganggaran dari kredit maupun bagi keperluan refinancing, hal ini akan menurunkan kinerja keuangan dan berpengaruh terhadap keyakinan investor ketika memberikan sahamnya bagi perusahaan infrastruktur pada tahun 2022 menjadikan dampak akan pemerosotan harga saham pada tahun 2022. Studi ini bertujuan guna menerangkan Pengaruh Debt To Equity Ratio, Return On Equity, dan Earning Per Share Terhadap Harga Saham Sektor Infrastruktur Yang Terdata pada BEI Tahun 2020 – 2022. Populasi penelitian yaitu Perusahaan Infrastruktur yang terdata pada BEI Tahun 2020-2022. Sampel dalam studi ini sejumlah 47 perusahaan Infrastruktur yang ditentukan berdasarkan teknik purposive sampling. Media analisis yang diterapkan guna menguji hipotesis yaitu Regresi Linear Berganda. Temuan studi ini setelah dilakukan Uji T di jelaskan bahwa Debt To Equity serta Return On Equity belum mempunyai dampak positif secara signifikan pada variabel Harga Saham, namun hasil Uji T variabel Earning Per Share memiliki hasil yang berbeda yang dimana pengaruh positif secara signifikan pada variabel Harga Saham.
Copyrights © 2025