Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk interaksi yang terjadi antara musisi orgen tunggal dan penonton selama pertunjukan lagu Ratok Pasaman, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi tersebut dalam konteks acara resepsi pernikahan di Kota Bukittinggi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi yang kuat antara musisi dan penonton, di mana musik tidak hanya menjadi tontonan pasif, melainkan ruang partisipasi emosional dan ekspresi bersama. Lagu Ratok Pasaman tidak sekadar berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi simbol ekspresi budaya kolektif masyarakat Minangkabau, terutama dalam merayakan momen sakral seperti pernikahan. Interaksi intens ini terjadi terutama pada sesi malam hari, dimulai pukul 20.00. Penonton terlibat aktif melalui nyanyian bersama, joget, tepuk tangan, hingga pemberian saweran kepada penyanyi. Secara keseluruhan, pertunjukan lagu Ratok Pasaman dalam orgen tunggal mencerminkan musik tradisional Minangkabau yang hidup, dinamis, dan adaptif dalam ruang sosial modern.
Copyrights © 2026