Arsitektur Nusantara mengalami ancaman kepunahan, khususnya pada rumahadat di Jawa Timur, akibat modernisasi dan minimnya kesadaran pelestarian.Banyak rumah adat terbengkalai, mendorong perlunya upaya penyelamatanfisik sekaligus nilai budayanya. Tujuan perancangan adalah menghasilkankonsep desain “Griya Bentang,” sebuah Open Air Museum (OAM) sebagai pusatkonservasi dan edukasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Malang.Pendekatan utama yang diaplikasikan adalah konservasi eks-situ, yaitu upayapenyelamatan dengan memindahkan rumah adat ke lokasi baru yang lebihterawat. Metode desain menerapkan rasionalisme melalui studi preseden,didasari lima prinsip konservasi Engelhardt (2010). Hasil desain berupakawasan OAM yang menata koleksi rumah adat sesuai zonasi daerahkebudayaan Jawa Timur. Bangunan utama dirancang dengan transformasifilosofi Gunungan wayang kulit sebagai simbol kehidupan kembali warisanbudaya. Desain ini juga menyediakan fasilitas interaktif (museum, ruangliterasi, dan workshop) yang bertujuan melestarikan arsitektur Nusantarasekaligus memberi manfaat edukatif dan ekonomi (Appropriate Use ofHeritage).Kata Kunci: Konservasi eks-situ, open air museum, rumah adat, Jawa Timu
Copyrights © 2025