Praktik korupsi merupakan salah satu bentuk kejahatan luar biasa yang telah menggerogoti tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara yang merugikan masyarakat luas. Meskipun jauh sebelumnya Islam secara tegas melarang umatnya untuk melakukan perbuatan tersebut. Maraknya korupsi di tanah air menunjukkan adanya kesenjangan antara ajaran normatif agama dan realitas kehidupan umat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dakwah Qur'ani yang efektif dalam upaya penguatan moralitas masyarakat di tengah pusaran korupsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi untuk menganalisis ayat-ayat al-Qur'an yang relevan dengan nilai-nilai integritas, kejujuran dan keadilan, serta implementasinya dalam konteks dakwah saat ini dan mendatang. Data dikumpulkan melalui tinjauan pustaka dan analisis mendalam terhadap model-model dakwah yang menekankan pembangunan karakter.Hasil penelitiaan menunjukkan bahwa dakwah Qur'ani memiliki peran strategis dan urgen tidak hanya sebagai upaya preventif, tetapi juga dalam menanamkan rasa tanggungjawab sosial dan keimanan kepada Allah SWT. Instrumen efektif penguatan akhlak umat seperti: (1) Penekanan terhadap akibat dosa besar korupsi yang merusak tatanan kehidupan dan menghambat terkabulnya do’a. (2) Integrasi nilai-nilai antikorupsi (kejujuran, disiplin, tanggungjawab, keadilan, dan lainnya ke dalam materi dakwah melalui keteladanan para tokoh dan elit bangsa dan (3) Pemanfaatan media digital secara etis dan profesional untuk yang memuat pesan-pesan moral agama khususnya yang berkaitan mudharat praktik korupsi.Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan akhlak melalui dakwah Qur'ani tidak hanya memerlukan penegasan kembali secara normatif terkait prinsip-prinsip etika dalam Islam, namun lebih dari itu pengamalan nilai-nilai tersebut melalui alur struktural dan kultural yang efektif demi membentuk komitmen moral individu dan umat yang kuat.
Copyrights © 2025