Studi ini dimaksudkan untuk mengeksplorasi bagaimana pemimpin desa menjalankan fungsi kontrol atas entitas bisnis desa (BUMDes) di kawasan Mekong Lestari dan mengidentifikasi berbagai rintangan yang mengganggu proses kontrol tersebut. Riset dilaksanakan dengan menerapkan metode deskriptif kualitatif lewat teknik dialog mendalam, pengamatan partisipatif, dan kajian arsip. Hasil riset memperlihatkan bahwa pemimpin desa aktif menjalankan tugas kontrol BUMDes melalui tiga kapasitas utama: konsultan, supervisor, dan mentor dalam melaksanakan tugas pengawasan. Akan tetapi, realisasi kontrol masih jauh dari optimal disebabkan berbagai hambatan seperti kapasitas tenaga kerja yang minim, rendahnya kontribusi warga, ditambah sistem dokumentasi dan sinkronisasi antar operator BUMDes yang lemah. Konklusi riset ini menunjukkan bahwa meski pemimpin desa telah melaksanakan tugas pengawasan BUMDes Mekong Lestari, implementasinya masih kurang efektif. Karenanya, dibutuhkan upaya penguatan kapabilitas operator, asistensi berkesinambungan, dan reformasi mekanisme kontrol supaya BUMDes mampu beroperasi sejalan dengan maksud awal pembentukannya, yakni mengangkat kemakmuran komunitas desa.
Copyrights © 2026