Skabies merupakan penyakit kulit menular yang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat, khususnya di lingkungan dengan kepadatan hunian tinggi seperti pondok pesantren. Di Kota Jambi tercatat 2.455 kasus skabies pada tahun 2021, dengan angka kejadian tertinggi pada santri Pondok Pesantren Al-Jauharen di wilayah kerja Puskesmas Tahtul Yaman, sehingga diperlukan kajian terhadap faktor perilaku yang berperan dalam upaya pencegahannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan, sikap, serta dukungan ustadz atau ustadzah dengan perilaku pencegahan skabies pada santri Pondok Pesantren Al-Jauharen Kota Jambi. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan potong lintang yang dilaksanakan pada Agustus hingga Oktober 2025, dengan jumlah sampel 76 santri yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan untuk menilai hubungan antara variabel independen dan perilaku pencegahan skabies. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan kurang baik, sikap negatif, serta kurangnya dukungan ustadz atau ustadzah berhubungan signifikan dengan perilaku pencegahan skabies yang kurang baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan, sikap santri, dan dukungan ustadz atau ustadzah memiliki peran penting dalam pencegahan skabies, sehingga diperlukan penguatan edukasi kesehatan dan peningkatan keterlibatan ustadz atau ustadzah di lingkungan pondok pesantren.
Copyrights © 2026