Aktivitas lalu lintas yang fluktuatif pada akses menuju kawasan Central Business District (CBD) menyebabkan peningkatan beban kinerja jalan dan simpang disekitarnya. Berdasarkan hasil survei jumlah perjalanan menuju kawasan tersebut mencapai 61.608 perjalanan perhari dengan tingkat penggunaan kendaraan pribadi sebesar 98 persen, sedangkan penggunaan angkutan umum hanya sebesar 1 persen. Kondisi ini menunjukan rendahnya minat masyarakat untuk menggunakan angkutan umum meskipun layanan tersebut masih beroperasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan moda transportasi antara kendaraan pribadi dan angkutan umum dengan menggunakan metode regresi logistik biner. Hasil analisis menunjukan terdapat empat variabel yang berpengaruh signifikan terhadap pemilihan moda yaitu penghasilan bulanan, kepemilikan kendaraan, biaya transportasi dan kemauan berjalan kaki. Keempat variabel tersebut memiliki pengaruh negatif terhadap peningkatan penggunaan angkutan umum dengan tingkat keeratan hubungan sebesar 62.4 persen. Berdasarkan hasil model yang diperoleh probabilitas penggunaan angkutan umum pada kondisi eksisting hanya sebesar 0.329 persen. Hal ini menunjukan bahwa kualitas dan daya tarik pelayanan angkutan umum perlu ditingkatkan agar dapat bersaing dengan kendaraan pribadi dan mendorong masyarakat untuk beralih pada penggunaan angkutan umum.
Copyrights © 2025