Penurunan likuiditas perusahaan, yang terjadi karena kewajiban lancar meningkat lebih cepat daripada aset lancar, menimbulkan dugaan bahwa pengelolaan modal kerja belum berjalan efisien. Tujuan penelitian adalah menganalisis sumber dan penggunaan modal kerja serta menilai efisiensi pengelolaannya melalui rasio keuangan selama periode 2022–2024. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif berbasis data sekunder, meliputi laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi. Analisis dilakukan melalui evaluasi perubahan neraca, penelusuran aliran dana, serta pengukuran kesesuaian struktur pembelanjaan dengan prinsip pembelanjaan modal kerja. Efisiensi modal kerja diukur melalui rasio total aset terhadap modal kerja bersih, rasio kewajiban lancar, dan perputaran modal kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan telah menerapkan prinsip pembelanjaan dengan benar, tercermin dari kecukupan pendanaan jangka pendek dan panjang serta peningkatan modal kerja selama dua tahun berturut-turut. Namun, efisiensi modal kerja belum optimal. Likuiditas yang terlalu tinggi menunjukkan adanya pendanaan yang belum dimanfaatkan secara produktif, sementara perputaran modal kerja masih berada di bawah standar industri. Dengan demikian, meskipun struktur pendanaan perusahaan sudah tepat, kualitas pemanfaatan modal kerja masih perlu ditingkatkan agar mampu mendukung kinerja dan profitabilitas secara lebih efektif.
Copyrights © 2026