Inspektorat di Indonesia saat ini mengalami krisis kepercayaan. Hal ini dikarenakan perannya sebagai pelaksana pemeriksaan terhadap tugas Pemerintah Daerah yang meliputi bidang pemerintahan dan pembangunan,ekonomi,keuangan dan aset, serta bidang khusus tidak telaksana dengan baik. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga melaporkan bahwa dari setiap unit/satuan kerja juga diketahui belum maksimal. Berdasarkan fenomena temuan BPK terkait lemahnya system pengendalian intern dan adanya kasus korupsi yang terjadi di diberbagai daerah salah satunya Kota Mataram. Metode pada penelitian terdiri dari desain penelitian yang menggunakan penelitian explanatory dengan populasi sebesar 30 auditor/pemeriksa pada Inspektorat Kota Mataram. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner dengan analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda dan uji hipotesis. Hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa secara parsial dan simultan variabel keahlian, Independensi, dan motivasi berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas audit. Implikasi temuan penelitian ini bagi upaya terwujudnya audit yang berkualitas adalah perlunya pemberian motivasi kepada auditor tentang urgensi audit yang berkualitas disamping upaya peningkatan kompetensi melalui pelatihan.
Copyrights © 2026