Meningkatnya permintaan kayu menyebabkan menurunnya kualitas material yang tersedia karena banyaknya penggunaan kayu muda. Kondisi ini mendorong pencarian material alternatif yang lebih berkelanjutan dan mudah diperoleh, salah satunya adalah bambu. Namun, penggunaan bambu alami memiliki keterbatasan kekuatan dan konsistensi dimensi, sehingga muncul inovasi berupa bambu olahan seperti Strand Woven Bamboo (SWB). SWB memiliki sifat mekanis menyerupai kayu keras, tetapi proses pengujiannya memerlukan fasilitas khusus. Untuk itu, penelitian ini menggunakan kayu balsa sebagai material representatif karena memiliki densitas dan perilaku serat yang mendekati SWB dalam konteks uji tekan kecil berskala model. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku sambungan cross pada material representatif bambu terhadap gaya tekan vertikal. Pengujian dilakukan melalui tiga tahap menggunakan model strip dan solid-takik dengan alat tekan manual dan dongkrak untuk menganalisis deformasi sambungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sambungan solid-takik mengalami deformasi signifikan saat menerima beban vertikal, di mana pemisahan pelat dan kayu terjadi secara bertahap hingga mencapai batas kekuatan sambungan. Temuan ini menjadi dasar bagi pengembangan desain sambungan bambu olahan yang lebih optimal untuk meningkatkan daya dukung dan mengurangi deformasi struktur bangunan bertingkat.
Copyrights © 2025