Tantangan sosial, lingkungan, dan kemajuan teknologi yang pesat menantang peran arsitektur untuk bergerak melampaui praktik desain yang terbatas pada pemenuhan kebutuhan praktis. Desain spekulatif hadir sebagai pendekatan konseptual yang kritis dan reflektif, untuk mendorong eksplorasi terhadap kemungkinan masa depan yang belum terwujud. Penelitian ini bertujuan mengkaji desain spekulatif dalam konteks arsitektur, dengan fokus pada prinsip dasar, fungsi kritis-reflektif, serta perbedaannya dengan pendekatan desain konvensional. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan research through design, yang menitikberatkan pada eksplorasi objek desain sebagai sumber pengetahuan. Data diperoleh dari sumber sekunder seperti artikel ilmiah, jurnal, studi preseden, dan literatur relevan, yang dianalisis melalui interpretasi kritis dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain spekulatif memperluas peran arsitektur sebagai praktik intelektual yang mendorong refleksi dan imajinasi terhadap masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Keberhasilan dalam pendekatan ini tidak diukur dari implementasi praktis, melainkan dari kemampuannya memicu refleksi, dialog sosial, serta kesadaran terhadap dimensi etis, kultural, dan intelektual dalam praktik arsitektur. Di Indonesia, integrasi pendekatan ini dalam pendidikan arsitektur berpotensi mendorong pola pikir kritis dan kreatif, memperkuat kepekaan terhadap isu lokal dan keberlanjutan, serta membentuk generasi arsitek yang adaptif dan visioner.
Copyrights © 2025