Pembangunan hunian tetap (huntap) pascabencana merupakan program strategis yang bertujuan menyediakan hunian layak dan aman bagi masyarakat terdampak, namun dalam pelaksanaannya sering menghadapi kendala berupa tingginya jumlah perintah perubahan (change order) yang berdampak pada keterlambatan dan peningkatan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko penyebab perubahan kontrak yang diklasifikasikan menjadi kejadian risiko (risk event) dan sumber risiko (risk agent) serta menganalisis sumber risiko prioritas yang mempengaruhi perubahan biaya dan waktu pelaksanaan proyek. Identifikasi risiko diawali melalui kajian literatur dan wawancara bersama 5 pakar yang terlibat dalam proyek huntap pasca bencana di Palu. Penelitian ini mengidentifikasi 14 risk event dan 15 risk agent. Penilaian risiko dilakukan melalui penyebaran kuisioner kepada 30 responden yang kemudian dianalisis menggunakan metode House of Risk (HOR). Hasil analisis diperoleh 6 risk agent prioritas yaitu perencanaan yang tidak memadai, site investigasi yang buruk oleh owner, keadaan kahar, keterlambatan pembebasan lahan, masalah sosial dengan warga sekitar pembangunan huntap, dan durasi kontrak yang tidak realistis yang diberlakukan oleh owner. Temuan ini memberikan gambaran mengenai sumber risiko dominan yang memengaruhi perubahan biaya dan waktu, serta dapat menjadi dasar dalam perumusan strategi mitigasi risiko.
Copyrights © 2025