Penelitian ini mengkaji peran modal sosial dalam mendukung keberlanjutan komunitas di Pesantren Ekologi Ath-Thaariq. Pesantren yang dikenal sebagai lembaga pendidikan Islam yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan praktik ekologi melalui konsep Green Islam, agroekologi, dan ekofeminisme. Dalam kerangka teori modal sosial oleh Putnam (2000), penelitian ini mengidentifikasi aspek jaringan sosial, norma, dan kepercayaan, serta bagaimana ketiganya bersinergi dalam konteks pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren membangun jaringan sosial yang luas melalui kolaborasi dengan masyarakat, pemerintah daerah, akademisi, dan komunitas lintas agama. Norma sosial yang diterapkan mencerminkan kombinasi nilai-nilai lokal (budaya Sunda), nilai agama (rahmatan lil alamin), serta prinsip-prinsip ekologis dan kesetaraan gender. Kepercayaan yang tinggi terhadap pemimpin pesantren yaitu Nissa Wargadipura menjadi dasar yang kuat dalam membangun kohesi sosial dan partisipasi kolektif. Studi ini menyimpulkan bahwa modal sosial menjadi pilar penting dalam membentuk komunitas pesantren yang mandiri, tangguh, dan berkelanjutan secara ekologis dan sosial. Penelitian ini merekomendasikan penguatan struktur kelembagaan, sistem dokumentasi, serta optimalisasi teknologi digital sebagai langkah strategis untuk memperkuat modal sosial dan keberlanjutan pesantren.
Copyrights © 2025