Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, terutama dengan dominasi media sosial dan platform digital, muncul tantangan signifikan bagi masyarakat global: misinformasi. Literasi informasi mengacu pada kemampuan individu untuk mengakses, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara efektif dan etis. Misinformasi berkaitan dengan informasi yang tidak akurat atau menyesatkan yang disebarluaskan oleh seseorang yang meyakininya sebagai kebenaran. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis bibliometrik. Analisis bibliometrik menggunakan pendekatan evaluatif dan deskriptif untuk merepresentasikan tren dan karakteristik penelitian dari serangkaian publikasi. Analisis bibliometrik mengungkapkan peningkatan signifikan dalam publikasi yang terkait dengan literasi informasi dari tahun 2018 hingga 2024, yang mencerminkan semakin sadarnya akan pentingnya keterampilan ini di era digital. Studi ini juga mengidentifikasi penulis dan jurnal terkemuka yang berkontribusi pada pengembangan topik ini, yang menunjukkan kolaborasi yang kuat antara akademisi dan praktisi. Secara keseluruhan, analisis bibliometrik menunjukkan bahwa literasi informasi adalah kunci untuk memberdayakan individu dalam menghadapi tantangan misinformasi di era digital, sekaligus menekankan perlunya strategi pendidikan yang lebih inovatif dan inklusif.
Copyrights © 2025