Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di sektor rumah tangga, industri, dan sosial di Jawa Tengah, serta mengevaluasi dampak perubahan kebijakan terhadap keuntungan ekonomi dan payback period PLTS Atap. Metode yang digunakan adalah pendekatan mixed methods dengan simulasi PVSyst untuk analisis teknis dan perhitungan Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), serta payback period untuk menilai kelayakan ekonomi. Data dikumpulkan melalui survei, wawancara dengan pakar, dan analisis data historis pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan yang menghapus batas kapasitas daya tersambung memberikan keuntungan bagi sektor industri, tetapi sektor rumah tangga dan sosial terpengaruh negatif dengan penghapusan insentif ekspor. Secara teknis, PLTS Atap menghasilkan energi yang cukup efisien, namun penghapusan ekspor energi meningkatkan biaya dan memperpanjang payback period, terutama di sektor rumah tangga dan sosial. Implikasi kebijakan ini menekankan pentingnya penyederhanaan prosedur administratif untuk meningkatkan minat pelanggan. Dampak terhadap pendapatan PLN diperkirakan sekitar 0,18%, yang relatif kecil, namun dampaknya tetap signifikan dalam jangka panjang. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk pemerintah dan PLN dalam mendukung pengembangan PLTS Atap yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026