Penyelidikan tanah merupakan tahap penting dalam merancang pondasi struktur bangunan yang memberikan informasi fundamental mengenai kondisi bawah permukaan. Karakteristik tanah sangat menentukan pemilihan jenis dan dimensi pondasi yang tepat untuk menjamin keamanan dan kestabilan struktur. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jenis tanah terhadap biaya dan waktu pekerjaan penyelidikan tanah di wilayah Kalimantan melalui pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linear berganda. Data diperoleh dari 126 titik bor yang tersebar di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan meliputi jenis tanah, nilai N-SPT, kedalaman pengeboran, produktivitas, biaya, dan waktu pelaksanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tanah berpengaruh signifikan terhadap produktivitas (koefisien -0,437, p<0,001), biaya per meter (koefisien +67.926, p<0,001), dan waktu pelaksanaan (koefisien +0,955, p<0,001). Tanah lempung menghasilkan produktivitas lebih tinggi (0,57 m/jam) dibanding tanah pasir (0,49 m/jam). Model estimasi yang dikembangkan menunjukkan akurasi dengan MAPE 18% terhadap data lapangan aktual. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan koefisien biaya dan waktu yang lebih akurat berdasarkan karakteristik teknis tanah untuk mendukung perencanaan proyek geoteknik yang efisien.
Copyrights © 2025