Irigasi porous merupakan system irigasi mikro dengan menggunakan emitter berpori untuk mendistribusikan air secara perlahan dan merata ke zona ajar tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji performa sebaran air system irigasi porous terhadap sifat fisik tanah ultisol pada lahan rawa lebak. Penelitian dilaksanakan pada November 2024 sampai Januari 2025 di Rumah Tanaman dan Laboratorium Teknik Pertanian, Universitas Sriwijaya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pengumpulan data di lapangan secara langsung atau pengamatan langsung. Beberapa variabel yang diukur meliputi pengukuran suhu dan kelembaban, debit air dan volume air, kadar air tanah, pola pembasahan tanah, infiltrasi, perkolasi, pola sebaran, dan sifat fisik tanah terdiri dari bulk density, porositas dan konduktivitas hidrolik tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran ultisol dan cocopeat (M3) mempunyai kadar air tertinggi sebesar 97,01%, sementara bulk density tertinggi terdapat pada M1 seebsar 0,58 gr/cm dengan konduktivitas hidrolik terendah seebsar 5,30 cm/jam. Pola sebaran air terbaik diperoleh pada M1 sebaliknya M4 mengahasilkan konduktivitas hidrolik tertinggi sebesar 6,37 cm/jam. Hal ini dipengari bahwa pemilihan campuran media tanam yang tepat dapat meningkatkan efektivitas sistem irigasi porous pada tanah ultisol lahan rawa.
Copyrights © 2026