Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola konsumsi masyarakat dalam berbelanja bahan pangan, di mana konsumen kini memiliki dua pilihan utama: pembelian secara offline di toko fisik dan secara online melalui platform digital. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menggambarkan volume pembelian bahan pangan (beras, minyak goreng, dan gula pasir); (2) menganalisis karakteristik konsumen; (3) membandingkan harga dan volume penjualan secara offline dan online; (4) mendeskripsikan pengaruh faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologis terhadap keputusan pembelian; serta (5) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan konsumen dalam berbelanja bahan pangan di hypermart secara offline dan online. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelian secara offline masih mendominasi, meskipun tren online menunjukkan peningkatan. Keempat faktor—budaya, sosial, pribadi, dan psikologis—berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, dengan faktor psikologis sebagai faktor dominan. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pelaku usaha dan pengelola hypermart untuk mengembangkan strategi pemasaran berbasis omnichannel yang mampu menjawab preferensi konsumen yang semakin kompleks. Selain itu, pembuat kebijakan perlu mendorong penguatan infrastruktur digital dan perlindungan konsumen guna menciptakan ekosistem belanja pangan yang inklusif, efisien, dan berdaya saing tinggi.
Copyrights © 2025