Pubertas pada remaja putri ditandai perubahan fisik dan hormonal, termasuk menstruasi yang sering disertai nyeri. Nyeri haid dapat mengganggu proses belajar, menurunkan semangat, mempersulit konsentrasi, hingga menyebabkan materi pelajaran sulit dipahami secara optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis intensitas nyeri haid primer sebelum dan sesudah pemberian kompres hangat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Besar sampel yang terlibat adalah 30 responden, yang dipilih dengan cara yang memberi kesempatan yang sama kepada setiap anggota populasi untuk menjadi bagian dari sampel (cluster random sampling). Data dikumpulkan dengan menggunakan metode Skala Penilaian Numerik (NRS) didapatkan pretest dengan skor median (5), minimum (3), maksimum (6), didapatkan hasil posttest hari pertama dan kedua dengan skor median (3,2). Untuk analisis bivariat, digunakan uji Wilcoxon, yang menunjukkan hasil nilai p sebesar 0,000 (α < 0,05) dengan nilai Z sebesar - 5.002. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada intensitas nyeri haid sebelum dan sesudah pemberian kompres hangat pada remaja putri. Diharapkan remaja, khususnya perempuan dapat menjadikan kompres hangat sebagai salah satu alternatif non-obat dalam mengurangi nyeri menstruasi yang mereka alami.
Copyrights © 2025