Penelitian kualitatif seringkali menghadapi tantangan dalam menjaga konsistensi antara landasan teoretis dengan instrumen pengumpulan data di lapangan. Artikel ini bertujuan untuk mendiskusikan Model TCISQ (+) sebagai sebuah pendekatan metodologis baru dalam penyusunan panduan wawancara yang sistematis. Model ini mengintegrasikan lima tahapan krusial: Theory, Concept, Indicator, Sub-indicator, dan Question, yang diakhiri dengan mekanisme Triangulation (+) sebagai instrumen kontrol kualitas data. Melalui pendekatan ini, peneliti sosial dapat meminimalisir bias subjektivitas dan memastikan bahwa setiap pertanyaan wawancara memiliki akar teoretis yang kuat. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan TCISQ (+) meningkatkan rigoritas penelitian dan memudahkan proses analisis data tematik pada tahap pasca-lapangan.
Copyrights © 2025