Film “Agak Laen” merupakan karya komedi-horor yang memadukan humor dan kritik sosial terhadap realitas masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna kritik sosial yang tersembunyi dalam film tersebut menggunakan analisis semiotika Roland Barthes. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika Barthes, yang mencakup tiga lapisan makna: denotasi, konotasi, dan mitos. Data penelitian diperoleh melalui observasi langsung terhadap film, analisis adegan, dan dialog yang merepresentasikan isu sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media kritik sosial terhadap sistem hukum, birokrasi, dan perilaku aparat yang korup. Melalui perpaduan genre komedi dan horor, film ini menyoroti bagaimana ketidakadilan dan kesenjangan sosial diolah secara satir. Pada tataran denotatif, film menampilkan kisah empat penjaga rumah hantu yang terjebak dalam masalah hukum. Pada tataran konotatif, situasi tersebut mencerminkan dilema masyarakat kecil yang harus bertahan dalam sistem yang timpang. Sedangkan pada level mitos, film ini menghadirkan pandangan ideologis bahwa keadilan sering kali dikendalikan oleh kekuasaan dan citra publik.
Copyrights © 2025