Sulesana
Vol 9 No 2

Menelusuri Keberadaan Bissu(Calabai) di Kabupaten Soppeng ( Telaah Bacaan, Cerita Rakyat dan Proses Perjalanan Calabai)

Sumange, Hary (Unknown)



Article Info

Publish Date
02 Sep 2014

Abstract

Bissu yang disebut dalam naskah Galogi merupakan tambahan nama saudara kembar Sawerigading yaitu WE TENRI ABENG BISSU RILANGI. Pada Kerajaan Soppeng  ARAJANG  sebagai  pemiliki kewibawaan, kekuasaan. Dimana Pemilikan kerajaan dimendatari baik laki-laki maupun perempuan. Pada abad  ke  18 Belanda  turut menentukan pengangkatan raja-raja Bugis Makassar termasuk  Kereajaan Soppeng dan kerajaan Bone. Melalui B.F.Matthes  yang menekuni naskah –naskah Kuno Bugis . Memiliki   hubungan  yang erat dengan Arung Pancana Toa dalam mengumpulkan  naskah La Galigo dengan judul ‘ LA GALIGO COLLI  PUJI’E. BF.Matthes  menulis buku BOEGINISH CRISTOMASI. Dari kedekatan ini BF .Mathhes sebagai barisan terdepan belanda Bebas memasuki istana kerajaan Bugis, mengadakan pendekatan dengan pemangku adat dan raja-raja Bugis termasuk Raja Soppeng. Matoa/Watan ratu  sudah merupakan bagian dari kerajaan, namun perannya terbatas sebagi pemeliharaan benda-benda  kerajaan dan pemimpin acara-acara ritual. Oleh Belanda Banci (Calabai) merupakan tangan-tangan yang sangat  penting dalam proses “ mengatur “ sistem dalam kerajaan Soppeng. Dengan merespon  prilaku raja-raja yang  berbuat semena-mena terhadap wanita dan harta Arajang  , melanggar  adat perkawinanan yang dikenal dengan istilah “ Datu mangurek “, maka  terbuka kesempatan Belanda untuk mengganti raja  dengan Banci (Calabai) yaitu Abd.Gani Baso Batu Pute sebagai Datu Soppeng ke 34. Masuknya Banci (Calabai) pada kerajaan Soppeng  sangat  terkait dengan peran Belanda untuk menggali kekuatan dan kelemahan dari kerajaan Bugis. Dan keberhasilan ini ditunjukkan dengan kekuatan Belanda  sebagai “ pengatur” kerajaan termasuk menentukan raja-raja yang akan menduduki kerajaan Bugis. Banci Bissu memperkuat posisinya  magang memelihara benda-benda Arajang  tahun 1906-1942 NIT tahun 1946 –1950 .

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

sls

Publisher

Subject

Religion

Description

studi-studi keIslaman yang erat dengan issu sosial, teologi, hukum, Pendidikan dan filsafat. Studi ini dimulai dengan tema Kajian Kritis Akulturasi Islam dengan Budaya Local, Metode Memahami Maksud Syariah , Maulid Dan Natal (Studi Perbandingan Antara Islam Dan Kristen), Akal dalam Al-Quran, ...