Revenge porn adalah bentuk kekerasan berbasis gender online (KBGO) merupakan ancaman serius terhadap keamanan digital dan kesetaraan gender di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana kebijakan komunitas dan mekanisme moderasi platform media sosial dapat berperan dalam mitigasi dan pengendalian revenge porn. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis data sekunder dari berbagai sumber, termasuk Komnas Perempuan, Cyberpsychology, dan The Guardian (2025). Analisis dilakukan secara tematik dengan menggunakan teori feminisme radikal MacKinnon, performativitas Butler, teknologi empatik Turkle, dan pendekatan kolaboratif Henry-McGlynn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kebijakan moderasi konten, teknologi deteksi cepat (AI), dan kolaborasi multi-stakeholder mampu meningkatkan pelaporan konten berbahaya hingga 25% dan menurunkan tingkat trauma korban hingga 15%. Penelitian ini menegaskan pentingnya kebijakan komunitas yang berperspektif gender, harmonisasi lintas platform, serta penguatan literasi digital masyarakat. Implikasi temuan ini menyoroti urgensi membangun ruang digital yang lebih aman, adil, dan bebas dari dominasi patriarki.
Copyrights © 2025