Kelapa merupakan salah satu komoditas unggulan subsektor perkebunan yang masuk dalam gerakan peningkatan produksi dan nilai tambah pada produk turunan yang beragam. Apabila pengembangan Industri Produk turunan kelapa di manfaatkan dan di kelola kekayaan nya dengan baik, maka akan menunjang pembangunan wilayah dan menjadi penyumbang unggul dalam pembangunan nasional. Fenomena yang di temukan dewasa ini adalah masyarakat belum terdampak langsung atas perkembangan tren pasar kelapa baik mentah maupun barang jadi. Hal ini memicu gejolak antara misi pembangunan nasioal dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini akan melihat pengembanagn nilai tambah dengan menggunakan teori rantai nilai (Value Chain )dilakukan untuk mengetahui pengembangan industri produk turunan kelapa baik secara upaya dan kendala yang terjadi di lapangan. Fenomena yang terjadi tidak hanya daat di ukur berdasarkan pandagan yang bias melainkan harsu dikaji dari perspektif teknis, agar dapat mengetahui secara jelas akar masalah yang terjadi dari akar yang paling dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan kiat wawancara serta obvservasi yang di lakukan oleh peneliti dengan beberapa pihak terkait. Hasil penelitian di temukan bahwasanya sektor ini masih menghadapi berbagai tantangan signifikan, terutama dari sisi dukungan pemerintah yang belum optimal. Kurangnya dorongan dan kebijakan strategis yang berpihak kepada pelaku usaha kecil membuat potensi besar dari produk turunan kelapa belum tergarap secara maksimal. Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola dan mengembangkan produk turunan kelapa menjadi hambatan tersendiri. Oleh karena itu masih sangat perlunya perhatian pemerintah bersama stakeholder untuk dapat memaksimalkan potensi kelapa ini, sehingga dapat meingkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjadi penyumbang unggul dalam pembangunan nasional.
Copyrights © 2025