Penggunaan Instagram yang intensif pada dewasa muda sering memaparkan mereka pada standar kecantikan yang tidak realistis. Paparan ini dapat memicu internalisasi standar kecantikan media yang kemudian memengaruhi pola pikir individu terhadap tubuh mereka sendiri (body image). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara internalisasi standar kecantikan media dengan body image pada dewasa muda pengguna aktif Instagram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif non-eksperimental dengan desain korelasional. Partisipan studi ini berjumlah 284 dewasa muda di DKI Jakarta yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan kuesioner Sociocultural Attitudes Towards Appearance Questionnaire-4 (SATAQ-4) untuk mengukur internalisasi standar kecantikan media dan Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire-Appearance Scale (MBSRQ-AS) untuk mengukur body image. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara internalisasi standar kecantikan media dan body image (p .05), meskipun kekuatan hubungannya dalam kategori lemah. Analisis dimensi menunjukkan bahwa internalisasi ramping dan internalisasi atletis, serta tekanan teman sebaya berhubungan signifikan dengan dimensi body image, sedangkan tekanan keluarga tidak memiliki hubungan yang signifikan. Semakin tinggi tingkat internalisasi standar kecantikan media pada dewasa muda, semakin tinggi pula perhatian dan evaluasi mereka terhadap body image. Temuan ini mengindikasikan pentingnya kesadaran dalam melihat konten media sosial untuk menjaga persepsi tubuh yang sehat.
Copyrights © 2025