Anemia pada remaja merupakan masalah kesehatan yang masih menjadi perhatian pemerintah. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi anemia pada remaja putri (15-24 tahun) adalah 18%. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri dalam mengatasi kejadian anemia. Metode Intervensi penyuluhan terkait bahaya anemia pada remaja putri dilakukan secara Focus Group Discussion menggunakan media buku saku. Hasil analisis data menunjukkan bahwa 84% responden mengalami peningkatan pengetahuan setelah diberikan materi penyuluhan. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pemberian pre-post test untuk mengukur pengetahuan siswa sebelum dan sesudah kegiatan. Kegiatan intervensi ini perlu mendapat perhatian dari pihak sekolah dibantu oleh puskesmas pembantu atau pos Kesehatan desa setempat untuk terus melakukan promosi kesehatan dalam rangka mencegah terjadinya anemia pada remaja putri.
Copyrights © 2025