Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Desa Gombongsari, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, dengan mitra Kelompok Wanita Tani (KWT) Sauyunan yang beranggotakan 17 orang. KWT ini memiliki potensi besar dalam pengembangan hortikultura, namun menghadapi kendala utama berupa keterbatasan air pada musim kemarau, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) serta lemahnya manajemen usaha dan pencatatan keuangan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim pelaksana yang terdiri dari Dosen dan Mahasiswa menerapkan teknologi tepat guna berupa sistem penyiraman otomatis (irigasi tetes), penggunaan mulsa, penggunaan mesin pemotong rumput, disertai pelatihan pencatatan digital berbasis aplikasi Android. Metode kegiatan meliputi observasi, persiapan, sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, evaluasi, dan pendampingan keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan anggota, dibuktikan melalui perbandingan pre-test dengan tingkat jawaban benar 87,14% dan post-test yang meningkat menjadi 97,13%. Selain itu, penerapan teknologi mampu mengurangi beban kerja, meningkatkan efisiensi produksi, serta memperkuat manajemen usaha KWT. Program ini membuktikan bahwa integrasi teknologi tepat guna dengan pendampingan manajerial dapat memberikan dampak positif terhadap pemberdayaan perempuan desa dalam pengelolaan hortikultura berkelanjutan.
Copyrights © 2025