Stabilitas ekonomi global dan domestik sangat memengaruhi pergerakan pasar modal di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana BI Rate dan inflasi berpengaruh terhadap indeks saham sektoral, dengan nilai tukar sebagai variabel yang memperkuat atau memperlemah hubungan tersebut. Penelitian ini berfokus pada tiga sektor utama di BEI, yaitu Consumer Goods, Finance, dan Property selama periode 2014-2021. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA) melalui software STATA 14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga sektor memiliki respons yang berbeda. Pada sektor Consumer Goods, kurs terbukti memoderasi pengaruh BI Rate, tetapi tidak memoderasi pengaruh inflasi. Pada sektor Finance, kurs hanya mampu memoderasi inflasi secara signifikan. Temuan terkuat terlihat pada sektor Property, di mana kurs memoderasi pengaruh BI Rate dan inflasi sekaligus. Secara keseluruhan, nilai tukar memiliki peran penting dalam memengaruhi pengaruh kebijakan moneter dan inflasi terhadap kinerja saham sektoral. Oleh karena itu, investor dan pembuat kebijakan perlu memperhatikan pergerakan kurs karena dampaknya yang berbeda-beda tetapi tetap signifikan pada setiap sektor.
Copyrights © 2025