CT pulmonary angiography (CTPA) pada pasien pediatrik tidak hanya digunakan untuk evaluasi emboli paru, tetapi juga untuk menilai struktur dan fungsi pembuluh darah pulmoner, termasuk arteri dan vena pulmonalis, serta mendeteksi malformasi vaskular dan perfusi paru pada pasien dengan kelainan jantung bawaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tatalaksana pemeriksaan CTPA pada pasien pediatrik di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat dan menganalisis perbedaan prosedur yang diterapkan dengan standar teoretis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tiga radiografer, satu radiolog, dan satu dokter pengirim. Penelitian dilakukan pada Januari hingga Maret 2024 di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam prosedur CTPA pada pasien pediatrik, dilakukan pemeriksaan laboratorium urea dan kreatinin untuk menilai fungsi ginjal. Parameter yang digunakan meliputi flow rate sebesar 2-2,5 ml/dt untuk abocath ukuran 24-22, tekanan injektor sebesar 100-250 psi, konsentrasi media kontras sebesar 350 mg/ml, teknik injeksi bolus tracking, dan arah pemindaian craniocaudal. Terdapat perbedaan signifikan antara flow rate, tekanan injektor, konsentrasi media kontras, teknik injeksi kontras, dan arah pemindaian yang diterapkan dengan standar teoretis. Prosedur CTPA pada pasien pediatrik di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat menunjukkan perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan standar teoretis, terutama dalam hal flow rate, tekanan injektor, konsentrasi media kontras, teknik injeksi, dan arah pemindaian.
Copyrights © 2025