Tuberkulosis Paru (TB Paru) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi permasalahan kesehatan global, dengan terapi utama menggunakan Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Meskipun efektif, penggunaan OAT sering dikaitkan dengan risiko hepatotoksisitas, yaitu kerusakan hati yang ditandai dengan peningkatan kadar enzim hati (SGOT dan SGPT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi OAT dan faktor risiko terhadap kejadian hepatotoksisitas pada pasien TB Paru di RSUD Pasar Rebo. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif terhadap 79 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh melalui rekam medis dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square untuk melihat hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara terapi OAT dan kejadian hepatotoksisitas. Selain itu, faktor-faktor risiko seperti usia lanjut, konsumsi alkohol, riwayat penyakit hati, dan penggunaan obat lain juga menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap peningkatan risiko hepatotoksisitas. Berdasarkan temuan ini, disimpulkan bahwa terapi OAT dan faktor risiko berpengaruh terhadap kejadian hepatotoksisitas, sehingga diperlukan pemantauan fungsi hati secara berkala dan mengidentifikasi risiko sejak awal terapi untuk mencegah komplikasi yang lebih berat serta meningkatkan keberhasilan pengobatan TB.
Copyrights © 2025