EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani
Vol 9 No 2: November 2025

Kasih yang Tidak Menyimpan Kesalahan: Implikasi Teologis terhadap Rekonsiliasi Gereja di Era Masa Kini

Sugito (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Nov 2025

Abstract

Love is the core of Christian theology, serving not only as a Christian teaching but also as the ethical and practical foundation of church life. However, in today's church, the concept of love often loses meaning, especially when the church faces internal conflicts. The tension between the teaching of love that does not hold grudges and church practices that tend to perpetuate conflict reveals theological issues that have not been adequately addressed. The phenomenon of church divisions and conflicts exacerbated by digital culture shows that churches often find it difficult to live out reconciliation rooted in Christian love. This study aims to analyze the theological implications of the concept of love that does not hold grudges for the practice of church reconciliation in today's context. The research method is a qualitative literature review, which concludes that God's love that does not hold grudges is the theological foundation for relational and transformative Christian reconciliation. Reconciliation is understood as a continuous theological process that transcends pragmatic conflict resolution. The implications of liberating love demand a renewal of church practices oriented toward the restoration of relationships.   Abstrak Kasih merupakan inti teologi Kristen yang tidak hanya berfungsi sebagai ajaran kekristenan, tetapi juga sebagai dasar etis dan praksis kehidupan gereja. Namun, dalam realitas gereja masa kini, konsep kasih sering kali mengalami reduksi makna, terutama ketika gereja berhadapan dengan konflik internal. Ketegangan antara ajaran kasih yang tidak menyimpan kesalahan dan praktik bergereja yang cenderung memelihara konflik menunjukkan adanya persoalan teologis yang belum terjawab secara memadai. Fenomena perpecahan gereja dan konflik yang diperkuat oleh budaya digital memperlihatkan bahwa gereja kerap kesulitan menghidupi rekonsiliasi yang berakar pada kasih Kristiani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi teologis dari konsep kasih yang tidak menyimpan kesalahan terhadap praksis rekonsiliasi gereja di era masa kini. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi pustaka. Disimpulkan bahwa kasih Allah yang tidak menyimpan kesalahan merupakan fondasi teologis bagi rekonsiliasi Kristen yang bersifat relasional dan transformatif. Rekonsiliasi dipahami sebagai proses teologis berkelanjutan yang melampaui resolusi konflik pragmatis. Implikasi kasih yang membebaskan menuntut pembaruan praksis gerejawi yang berorientasi pada pemulihan relasi.    

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

epigraphe

Publisher

Subject

Arts Humanities Social Sciences Other

Description

EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi yang berkaitan dengan pelayanan Kristiani, dengan nomor ISSN: 2579-9932 (online), ISSN: 2614-7203 (print), diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Torsina ...