Medika Tadulako
Vol 1, No 3 (2014)

HUBUNGAN ANTARA PREEKLAMPSIA DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSUD UNDATA PALU SUATU PENELITIAN CASE-CONTROL

Mallisa, Bertin (Unknown)
Towidjojo, Vera Diana (Unknown)



Article Info

Publish Date
06 Mar 2017

Abstract

Preeklampsia adalah keadaan terjadinya hipertensi atau tekanan darah sistolik/diastolik ≥ 140/90 mmHg yang timbul setelah 20 minggu kehamilan yang disertai dengan proteinuria ≥ + 1 dan edema generalisata. Keadaaan ini dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas pada neonatus. Penyebab kematian tertinggi  pada kelompok neonatal umur 0-7 hari adalah bayi prematur dan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) yaitu sebesar 35%, dan bayi lahir dengan asfiksia sebesar 33,6%. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui adanya hubungan antara preeklampsia dengan kejadian bayi BBLR. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan Case-Control, dengan menggunakan data sekunder rekam medik di RSUD Undata Palu tahun 2011-2012. Subjek penelitian yaitu bayi yang dilahirkan di RSUD Undata Palu tahun 2011-2012 yang mengalami BBLR sebagai kasus dan non BBLR sebagai kontrol, dengan besar sampel 184 bayi. Metode pengambilan sampel adalah simple random sampling. Dari hasil penelitian, didapatkan hubungan yang bermakna secara statsitik antara preeklampsia dengan kejadian bayi BBLR menggunakan uji Fisher’s Exact Test Chi-square dengan  p = 0,003 (p<0,05) dan kekuatan hubungan yang lemah (0,215). Pada penelitian ini juga didapatkan preeklampsia merupakan faktor risiko lebih besar yang menyebabkan BBLR dengan OR=2.48. Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara preeklampsia dengan kejadian BBLR di RSUD Undata Palu tahun 2011-2012.Kata kunci : Preeklampsia, BBLR(Berat Badan Lahir Rendah).

Copyrights © 2014