Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Sistem Informasi Akuntansi (SIA) dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada PT BPR Gemilang Perseroda Kabupaten Indragiri Hilir, baik secara parsial maupun simultan. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik total sampling terhadap 30 karyawan PT BPR Gemilang Perseroda. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan uji asumsi klasik serta analisis regresi linier berganda dengan SPSS. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, SIA berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (t-hitung = 2,383; sig. = 0,021), sedangkan motivasi kerja tidak berpengaruh signifikan (t-hitung = 1,930; sig. = 0,060). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (F-hitung = 15,644; sig. = 0,000) dengan kontribusi sebesar 40% (Adjusted R² = 0,374). Keterbatasan penelitian – Penelitian terbatas pada satu objek (PT BPR Gemilang Perseroda) dengan sampel 30 karyawan, sehingga generalisasi hasil terbatas. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang berpotensi mengandung bias subjektivitas responden. Variabel yang diteliti terbatas pada SIA dan motivasi kerja, sementara faktor lain seperti budaya organisasi dan beban kerja belum dimasukkan. Penelitian bersifat cross-sectional dan terdapat indikasi heteroskedastisitas pada variabel motivasi kerja. Implikasi – Secara praktis, manajemen PT BPR Gemilang Perseroda perlu terus meningkatkan kualitas SIA melalui pembaruan aplikasi, integrasi antarunit, dan pelatihan pegawai, serta memperkuat program motivasi kerja melalui penghargaan dan pengembangan karier. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat teori agensi yang menekankan pentingnya sistem pengendalian dalam meningkatkan kinerja, serta mengonfirmasi bahwa SIA merupakan determinan utama kinerja karyawan di sektor perbankan, sementara motivasi kerja berperan sebagai faktor komplementer. Kebaruan – Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dengan mengidentifikasi bahwa dalam konteks BPR daerah, SIA memiliki pengaruh dominan terhadap kinerja karyawan dibandingkan motivasi kerja. Temuan ini memperkaya literatur dengan menunjukkan bahwa otomasi sistem informasi dapat mengurangi ketergantungan kinerja pada motivasi individual, sehingga efisiensi operasional lebih ditentukan oleh kepatuhan terhadap sistem daripada dorongan internal karyawan.
Copyrights © 2026