Perkembangan pesat platform Low-Code/No-Code (LCNC) dan integrasi Artificial Intelligence (AI) telah mengubah lanskap pengembangan situs web secara signifikan. Namun, evaluasi kuantitatif terhadap User Experience (UX) pada platform yang berorientasi desain seperti Framer masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis pengalaman pengguna platform Framer, khususnya terkait fitur AI, menggunakan metode User Experience Questionnaire (UEQ). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 49 responden valid setelah melalui proses pembersihan data (data cleaning). Hasil analisis menunjukkan bahwa Framer memiliki kinerja yang sangat baik, di mana aspek Efisiensi (Efficiency) mencatat skor tertinggi sebesar 2,16, yang membuktikan bahwa fitur otomatisasi AI mampu mempercepat alur kerja pengguna secara drastis, bahkan bagi pengguna dengan kemampuan pemrograman terbatas. Berdasarkan komparasi benchmark global, Framer meraih predikat Excellent pada 5 dari 6 skala pengukuran, yaitu Daya Tarik, Efisiensi, Keterandalan, Stimulasi, dan Kebaruan. Namun, aspek Kejelasan (Perspicuity) memperoleh skor terendah sebesar 1,62, yang mengindikasikan tantangan adaptasi pada lingkungan desain bebas (free-form canvas). Kesimpulannya, Framer berhasil menyeimbangkan kualitas pragmatis dan hedonis sebagai alat yang inovatif, namun memerlukan peningkatan pada aspek kemudahan pemahaman untuk memperluas adopsi pengguna.
Copyrights © 2026