Tradisi lisan di Jawa Timur, khususnya di wilayah subkultur Mataraman (Ngawi, Magetan, Ponorogo, Madiun, Nganjuk, Kediri), menghadapi ancaman kepunahan akibat dominasi budaya pop digital dan minimnya regenerasi generasi muda. Fenomena ini berpotensi melemahkan identitas budaya lokal yang menjadi fondasi kearifan dan moral masyarakat. Urgensi penelitian ini adalah merumuskan strategi revitalisasi tradisi lisan melalui pendekatan digital storytelling sebuah metode naratif berbasis teknologi digital yang menawarkan solusi inovatif untuk mendokumentasikan, menyebarkan, dan menginternalisasi nilai-nilai lokal secara menarik dan relevan bagi generasi muda. Tujuan penelitian ini adalah memformulasikan model digital storytelling yang efektif untuk revitalisasi tradisi lisan dan penguatan budaya lokal di Jawa Timur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan Focus Group Discussion (FGD) bersama budayawan, seniman, tokoh pendidikan, dan pemuda. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles & Huberman dan divalidasi melalui triangulasi. Hasil penelitian akan dikonversi menjadi prototipe media digital (video naratif, podcast, dan aplikasi/web sederhana) yang dapat diakses publik. Luaran utama meliputi: (1) artikel ilmiah terindeks Scopus Q2/Q3 di jurnal Humanities and Social Sciences Letters; (2) prototipe media digital sebagai sarana edukasi dan pelestarian; serta (3) rekomendasi kebijakan untuk Dinas Kebudayaan Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini selaras dengan prioritas nasional dalam pelestarian warisan budaya takbenda dan pemanfaatan teknologi digital untuk pemberdayaan komunitas lokal.
Copyrights © 2026