Seni, budaya, sains, dan teknologi merupakan empat dimensi kehidupan manusia yang tidak pernah terpisah, melainkan saling berkelindan dan membentuk arus sejarah. Setiap zaman ditandai oleh relasi khusus antara bidang-bidang ini: era Renaissance menyatukan seni dengan sains dalam tubuh Leonardo da Vinci, Revolusi Industri memicu transformasi budaya dan estetika urban, sementara abad ke-20 ditandai oleh persilangan modernisme dengan kemajuan teknologi komunikasi dan transportasi. Memasuki abad ke-21, laju perubahan semakin cepat dengan munculnya kecerdasan buatan, realitas virtual, bioteknologi, dan revolusi digital yang menembus batas tradisi dan ruang fisik. Paper ini membahas masa depan seni, budaya, sains, dan teknologi dengan menekankan pada sepuluh aspek: kecerdasan buatan, realitas virtual, bio-art, krisis ekologi, globalisasi digital, politik teknologi, transhumanisme, ekonomi kreatif digital, estetika hiperrealitas, serta refleksi filosofis tentang kemanusiaan. Dengan menggunakan pendekatan multidisipliner dan contoh-contoh konkret dari praktik seni kontemporer, tulisan ini berupaya membumikan diskursus teoretis agar relevan dengan pengalaman sehari-hari masyarakat. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa masa depan seni dan budaya bukan hanya ditentukan oleh penetrasi teknologi, tetapi juga oleh sejauh mana manusia mampu menjaga otonomi, etika, dan makna di tengah derasnya arus perubahan zaman.
Copyrights © 2026