Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan algoritma regresi logistik untuk menilai kelayakan kredit di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Sibetan, yang secara tradisional bergantung pada penilaian subjektif dari para petugas. Keputusan kredit yang tidak akurat menimbulkan risiko peningkatan kredit macet, yang berdampak pada stabilitas keuangan lembaga. Analisis regresi logistik dilakukan dengan mempertimbangkan variabel seperti usia, jenis kelamin, banjar, pendapatan, jumlah pinjaman, jangka waktu pinjaman, pengeluaran, dan jaminan. Hasil menunjukkan bahwa pendapatan, jumlah pinjaman, dan jaminan memiliki dampak signifikan terhadap keputusan kelayakan kredit, dengan nilai AUC sebesar 1,00, yang menunjukkan akurasi model yang sangat baik. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan model regresi logistik dapat membantu LPD Sibetan membuat keputusan kredit yang lebih objektif, mengurangi risiko kredit macet, dan meningkatkan stabilitas keuangan dan operasional lembaga.
Copyrights © 2025