Penelitian ini dilatarbelakangi tingginya prevalensi stunting di Desa Karya Mulya yang memerlukan sinergi efektif antar pemangku kepentingan, dimana kondisi aktual menunjukkan implementasi program masih menghadapi kendala signifikan dibandingkan dengan kondisi ideal yang menuntut kolaborasi optimal sesuai teori sinergisitas Covey. Tujuan penelitian adalah menganalisis sinergisitas penurunan stunting dan mengidentifikasi faktor penghambat serta pendukungnya menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan Miles dan Huberman melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi di instansi terkait. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa meskipun Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) telah dibentuk, efektivitas program terhambat oleh empat masalah utama: ketidakhadiran BPKD dalam koordinasi anggaran, keterbatasan kapasitas kader posyandu, implementasi Peraturan Bupati yang belum merata, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam program intervensi gizi. Simpulan penelitian menekankan bahwa meskipun kerangka kebijakan sinergisitas telah terbangun dengan baik, implementasinya di lapangan belum optimal sehingga diperlukan beberapa rekomendasi strategis berupa integrasi BPKD ke dalam struktur TPPS, penguatan kapasitas kader melalui pelatihan berkelanjutan, digitalisasi sistem pemantauan dan evaluasi, serta penerapan evaluasi berbasis outcome secara berkala untuk memastikan pencapaian target penurunan stunting yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025