Penelitian ini mengkaji strategi marketing politik yang diterapkan oleh M. Syahrul Munir dalam upayanya mencalonkan diri kembali sebagai anggota DPRD Kabupaten Gresik. Meskipun sudah ada penelitian yang membahas strategi marketing politik, namun kajian yang juga membahas tantangan ketika implementasinya masih terbatas, sehingga topik ini menarik untuk diteliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi marketing politik yang digunakan, tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaanya, serta dampak terhadap hasil pemilihan menggunakan konsep 4P (Product, Promotion, Price, dan Place) dari Niffeneger. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, serta analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek product, kandidat berupaya membangun citra sebagai figure yang responsive terhadap aspirasi masyarakat. Strategi promotion dilakukan melalui kampanye tatap muka, pemanfaatan media sosial, dan distribusi alat peraga kampanye. Pada aspek price, mencakup persepsi biaya sosial maupun ekonomi yang ditanggung pemilih, serta biaya kampanye yang dikeluarkan kandidat. Adapun place merujuk pada pemilihan lokasi kampanye yang strategis dan sesuai dengan karakteristik setiap wilayah. Namun dalam implementasinya, strategi yang telah disusun dihadapkan pada sejumlah tantangan seperti keterbatasan sumber daya finansial, dinamika politik lokal, dan potenti konflik dengan wilayah basis politik lain. Meskipun demikian, penerapan strategi yang adaptif dan partisipasi terbukti efektif dalam meningkatkan elektabilitas kandidat dan memperkuat posisinya dalam kontestasi politik.
Copyrights © 2025