Penelitian ini menganalisis dan mengoptimalkan desain pengecoran paduan aluminium A356 sesuai standar JIS H 5202 menggunakan perangkat lunak Altair Inspire Cast. Latar belakang penelitian didasari kebutuhan industri akan komponen ringan dengan integritas mekanik tinggi serta tingginya risiko cacat seperti porositas, penyusutan, dan ketidaklengkapan pengisian pada proses pengecoran gravity. Penelitian ini menghadirkan kebaruan dengan menerapkan pendekatan simulasi berbasis Altair Inspire Cast untuk membandingkan dua konfigurasi design runner tanpa fillet dan design runner pakai fillet pada pengecoran paduan aluminium A356 sesuai standar JIS H 5202. Kebaruan terletak pada integrasi evaluasi kualitas hasil cor dengan validasi mekanik berbasis standar JIS, sehingga memberikan analisis komprehensif dari sisi aliran, solidifikasi, hingga performa mekanik. Dimana penelitian ini dilakukan muncul karena metode konvensional belum mampu memprediksi pola aliran dan solidifikasi secara akurat sehingga diperlukan pendekatan berbasis simulasi. Metode penelitian yang digunakan meliputi impor model 3D, pembuatan mesh, dan penetapan kondisi batas dengan temperatur tuang 720°C serta temperatur cetakan 25°C. Dua desain sistem saluran, yaitu design runner tanpa fillet dan design runner pakai fillet, disimulasikan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kualitas hasil cor. Hasil menunjukkan bahwa design runner pakai fillet mampu menghasilkan aliran logam cair yang lebih stabil dan mengurangi jebakan udara serta penyusutan hingga 17%. Validasi terhadap standar JIS H 5202 menunjukkan peningkatan dan kualitas permukaan. Secara keseluruhan, simulasi menggunakan softwere Altair Inspire Cast terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi dan meminimalkan cacat pada proses pengecoran aluminium A356.
Copyrights © 2026