Raden Adipati Cokronegoro I merupakan salah satu tokoh penting dalam Perang Jawa (1825–1830) sekaligus figur sentral dalam pembentukan Kabupaten Purworejo. Perang Jawa adalah konflik besar antara pasukan pribumi yang dipimpin Pangeran Diponegoro melawan kolonial Belanda di bawah komando Jenderal de Kock. Dalam konflik tersebut, Cokronegoro I bersama Pangeran Kusumoyudho, atas perintah Sunan Pakubuwono VI, terlibat dalam perlawanan terhadap pasukan Diponegoro, khususnya di wilayah Bagelen yang berada dalam kekuasaan Kasunanan Surakarta. Keterlibatan ini dilatarbelakangi oleh upaya mempertahankan wilayah kekuasaan dari penjarahan pasukan Diponegoro, situasi yang kemudian dimanfaatkan oleh kolonial Belanda dalam strategi politik perang. Kajian ini berfokus pada kontribusi Cokronegoro I dalam Perang Jawa dengan menelaah latar belakang keikutsertaannya, peran yang dijalankan, serta dampak perang di wilayah Bagelen. Selain itu, penelitian ini menganalisis implikasi peristiwa tersebut terhadap lahirnya Kabupaten Purworejo pada tahun 1831 dengan pengangkatan Cokronegoro I sebagai bupati pertama, di tengah stigma masyarakat yang masih memandangnya sebagai tokoh berorientasi kolonial. Penelitian ini menggunakan pendekatan biografi dengan menelaah kepribadian tokoh, kekuatan sosial pendukung, konteks zamannya, serta peluang yang dimiliki. Teori peranan sosial Peter Burke dan metode historis yang meliputi heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi digunakan sebagai kerangka analisis.
Copyrights © 2025