Manuju : Malahayati Nursing Journal
Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026)

Optimalisasi Pemanfaatan Teh Rosela dalam Pengendalian Hipertensi di Kota Bengkulu

Linda, Linda (Unknown)
Marsofely, Reka Lagora (Unknown)
Marleni, Wisuda Andeka (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Jan 2026

Abstract

ABSTRACT Hypertension is one of the non-communicable diseases (NCDs) with a high prevalence in Indonesia. The use of local herbal ingredients, such as Rosella (Hibiscus sabdariffa), is a non-pharmacological therapy alternative that can help lower blood pressure. The Village Partner Development Program (PPDM) aims to optimize the use of Rosella tea in controlling hypertension through training, mentoring, and empowering elderly health center cadres and the PKK group in Anggut Atas Village. The methods used include preparation, socialization, training in Rosella cultivation and processing, mentoring, and evaluation through pre-tests and post-tests. A total of 40 participants took part in the activities. The results showed a significant increase in knowledge, from an average score of 62 on the pre-test to 92 on the post-test. In addition, elderly health center cadres were able to provide health education independently, while the PKK group successfully cultivated rosella to produce dried rosella tea. This program shows that the use of rosella not only has the potential to improve the health of the elderly, but can also be an economic opportunity for the community. Keywords: Rosella, Hypertension, Posyandu Cadres, PKK, Community Empowerment.  ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) dengan prevalensi tinggi di Indonesia. Pemanfaatan bahan herbal lokal, seperti Rosella (Hibiscus sabdariffa), merupakan alternatif terapi non-farmakologi yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan teh Rosella dalam pengendalian hipertensi melalui pelatihan, pendampingan, dan pemberdayaan kader posyandu lansia serta kelompok PKK Kelurahan Anggut Atas. Metode kegiatan meliputi persiapan, sosialisasi, pelatihan budidaya dan pengolahan rosella, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Sebanyak 40 peserta mengikuti kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan signifikan, dari nilai rata-rata 62 pada pre-test menjadi 92 pada post-test. Selain itu, kader posyandu lansia mampu memberikan edukasi kesehatan secara mandiri, sementara kelompok PKK berhasil melakukan budidaya rosella hingga menghasilkan teh rosella kering. Program ini menunjukkan bahwa pemanfaatan rosella tidak hanya berpotensi meningkatkan kesehatan lansia, tetapi juga dapat menjadi peluang ekonomi masyarakat. Kata Kunci: Rosella, Hipertensi, Kader Posyandu, PKK, Pemberdayaan Masyarakat.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

manuju

Publisher

Subject

Health Professions Nursing Public Health

Description

MANUJU : Malahayati Nursing Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis ...