Penelitian ini menganalisis potensi financial distress pada perusahaan berisiko delisting yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasar modal berperan penting sebagai sarana pendanaan jangka panjang dan alternatif investasi, namun tidak sedikit emiten mengalami tekanan keuangan berkepanjangan yang mengarah pada financial distress dan risiko delisting. Menggunakan data sekunder dari laporan keuangan perusahaan berisiko delisting, penelitian menerapkan model Altman Z-Score, Springate, dan Zmijewski untuk mengukur kesehatan keuangan melalui rasio likuiditas, profitabilitas, leverage, dan aktivitas. Hasil menunjukkan sebagian besar perusahaan sampel memiliki EBIT negatif, laba ditahan defisit, dan leverage tinggi yang konsisten terdeteksi ketiga model sebagai indikasi distress serius. Kombinasi ketiga model memberikan sistem peringatan dini yang komprehensif terhadap risiko delisting. Penelitian ini menekankan perlunya tindakan perbaikan manajemen, pengawasan regulator yang lebih ketat, serta pengambilan keputusan investasi yang bijaksana untuk menjaga stabilitas pasar modal.
Copyrights © 2025