Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan indikator krusial kemandirian fiskal dalam era desentralisasi, namun banyak daerah menghadapi tantangan optimalisasi potensi pendapatan lokal. Penelitian ini menganalisis strategi pengelolaan PAD Kota Tarakan periode 2019-2023 dan dampaknya terhadap pembangunan ekonomi daerah. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder dari laporan keuangan pemerintah daerah, penelitian ini mengkaji efektivitas, efisiensi, dan kontribusi PAD terhadap APBD. Hasil menunjukkan pertumbuhan kumulatif PAD sebesar 155,3% (dari Rp73,23 miliar menjadi Rp186,95 miliar) dengan realisasi mencapai 98,7% dari target kumulatif. Strategi pengelolaan berbasis intensifikasi, ekstensifikasi, dan digitalisasi terbukti efektif, dengan kontribusi PAD terhadap APBD meningkat dari 7,32% menjadi 16,09%. Meskipun mengalami kontraksi 22,17% saat pandemi COVID-19, pemulihan cepat terjadi pada tahun 2021 dengan pertumbuhan 57,89%, didukung sistem digital yang telah diimplementasikan. Penelitian menyimpulkan bahwa pengelolaan PAD yang terstruktur dengan dukungan teknologi dan komitmen politik kuat dapat meningkatkan kemandirian fiskal dan mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Copyrights © 2025