Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus Ribonucleic Acid (RNA) yang secara spesifik menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, ditandai dengan penurunan jumlah limfosit Cluster of Differentiation 4 (CD4), sehingga tubuh menjadi rentan terhadap infeksi. Jumlah limfosit CD4 digunakan sebagai indikator utama tahap perkembangan infeksi HIV. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah limfosit CD4 sebelum terapi antiretroviral (ARV) pada pasien HIV di Klinik Voluntary Counseling and Testing (VCT) Mekar Sari Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Riau dengan desain cross-sectional dan analitik kuantitatif. Analisis data menggunakan program SPSS dengan uji Mann Whitney dan uji one-way ANOVA. Data dari 90 pasien HIV menunjukkan bahwa 87,8% adalah laki-laki, 54,4% berusia 25-49 tahun, 67,8% berada pada stadium klinis I, dan 60% terinfeksi melalui hubungan seksual tidak aman. Analisis bivariat menunjukkan bahwa usia, stadium klinis, dan jalur transmisi memiliki hubungan signifikan dengan jumlah limfosit CD4 (p<0,05), sementara jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan signifikan (p>0,05). Simpulan, usia lanjut, stadium klinis yang tinggi, dan jalur transmisi melalui Intravenous Drug User (IDU) berkaitan dengan rendahnya jumlah limfosit CD4 pada pasien HIV.
Copyrights © 2026