Pendekatan dependencia (ketergantungan) pada dasarnya hendak menjelaskan persoalan keterbelakangan negara-negara di Dunia Ketiga dalam perspektif ekonomi-politik global secara struktural, khususnya negara-negara bekas jajahan. Pendekatan ini merupakan reaksi terhadap teori modernisasi yang “menuduh” bahwa keterpurukan pembangunan di Dunia Ketiga disebabkan oleh faktor internal negara-negara Dunia Ketiga. Meski demikian keberadaan teori ini juga tidak lepas dari kritikan, salah satunya dianggap gagal mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi yang terjadi di sejumlah negara Dunia Ketiga, khususnya munculnya New Industrializing Countries (NICs) seperti Taiwan, Korea Selatan, Singapura, Hongkong. Namun demikian keberadaan teori dependencia tetap dianggap penting, dengan segala pandangan dan perdebatannya, karena teori ini telah memberikan perspektif baru bagi pengembangan teori-teori pembangunan. Ditengah perdebatan, tatanan ekonomi dunia baru memang sangat dibutuhkan dalam hal ini tatanan yang lebih adil tentunya dan ekonomi Islam dapat dijadikan salah satu solusinya, karena dibangun diatas prinsip ‘adalah (keadilan).
Copyrights © 2012