Sulesana
Vol 7 No 2 (2012)

RELASI EKONOMI-POLITIK DALAM PERSPEKTIF DEPENDENCIA

ismah tita ruslin (Jurusan Ilmu Politik Fakultas Ushuluddin dan Filsfat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar)



Article Info

Publish Date
22 Dec 2012

Abstract

Pendekatan dependencia (ketergantungan) pada dasarnya hendak menjelaskan persoalan keterbelakangan negara-negara di Dunia Ketiga dalam perspektif ekonomi-politik global secara struktural, khususnya negara-negara bekas jajahan.  Pendekatan  ini merupakan reaksi terhadap teori modernisasi yang  “menuduh” bahwa keterpurukan pembangunan di Dunia Ketiga disebabkan oleh faktor internal negara-negara Dunia Ketiga. Meski demikian keberadaan teori ini juga tidak lepas dari kritikan, salah satunya dianggap gagal mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi yang terjadi di sejumlah negara Dunia Ketiga, khususnya munculnya New Industrializing Countries (NICs) seperti Taiwan, Korea Selatan, Singapura, Hongkong. Namun demikian keberadaan teori dependencia tetap dianggap penting, dengan segala pandangan dan perdebatannya, karena teori ini telah memberikan perspektif baru bagi pengembangan teori-teori pembangunan. Ditengah perdebatan, tatanan ekonomi dunia baru memang sangat dibutuhkan dalam hal ini tatanan yang lebih adil tentunya dan ekonomi Islam dapat dijadikan salah satu solusinya, karena dibangun diatas prinsip ‘adalah (keadilan).  

Copyrights © 2012






Journal Info

Abbrev

sls

Publisher

Subject

Religion

Description

studi-studi keIslaman yang erat dengan issu sosial, teologi, hukum, Pendidikan dan filsafat. Studi ini dimulai dengan tema Kajian Kritis Akulturasi Islam dengan Budaya Local, Metode Memahami Maksud Syariah , Maulid Dan Natal (Studi Perbandingan Antara Islam Dan Kristen), Akal dalam Al-Quran, ...