Cuci tangan pakai sabun (CTPS) merupakan salah satu indikator penting dalam perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang efektif mencegah penularan penyakit seperti diare dan ISPA. Namun, tingkat kepatuhan terhadap praktik CTPS yang benar masih rendah, termasuk di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan teknik CTPS antara mahasiswa kedokteran dan non-kedokteran. Penelitian dilakukan dengan desain analitik observasional potong lintang pada 75 mahasiswa di Jakarta menggunakan instrumen checklist CTPS sesuai standar World Health Organization (WHO). Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan teknik CTPS antar jurusan (p<0,001), dengan mahasiswa kedokteran memiliki nilai teknik CTPS tertinggi dibandingkan mahasiswa eksakta dan sosial. Uji lanjutan juga menunjukkan perbedaan signifikan antara kedokteran dengan eksakta (p=0,001) dan sosial (p=0,000), tetapi tidak terdapat perbedaan signifikan antara mahasiswa eksakta dan sosial (p=0,171). Simpulan dari penelitian ini adalah mahasiswa kedokteran memiliki penguasaan teknik CTPS yang lebih baik, didukung oleh pemahaman dan pelatihan yang lebih intensif. Temuan ini menunjukkan pentingnya edukasi teknik CTPS yang tepat untuk meningkatkan perilaku higienis di kalangan mahasiswa dan masyarakat luas.
Copyrights © 2026